CITRAPLUS. Ifan Seventeen Mengungkap 3 Penolongnya Ketika Tsunami Anyer
Peristiwa dahsyat tsunami yang terjadi di Anyer di Tanjung Lesung Banten 22 Desember lalu menyisakan duka yang mendalam. Khususnya untuk Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen. Dirinya menjadi salah satu korban yang selamat dari bencana tersebut.

Ternyata dalam bencana itu, ketiga temannya di dalam satu band yakni Herman Sikumbang atau Herman. Muhammad Awal Purbani atau Bani. Dan Windu Andi Darmawan atau Andi beserta dengan istri Ifan tercinta Dylan Sahara telah ditemukan tidak bernyawa lagi.
Duka Ifan Seventeen

Ditengah duka yang sedang melanda nya, Ifan Seventeen telah mengunggah foto kenangan bersama dengan personil grup band seventeen. Selain itu, ia juga mengunggah kebersamaannya dengan mendiang istri tercintanya dalam akun instagram pribadi Ifan beberapa waktu lalu.
Di dalam unggahan foto yang terbaru dalam akun instagram pribadinya Jumat kemarin, Ifan memamerkan 4 foto serta menceritakan tiga hal yang menyelamatkan dirinya dari bahaya bencana tsunami yang melanda.

Seperti yang diketahui, bahwa tsunami terjadi di Tanjung Lesung Banten beberapa waktu lalu itu sangat dahsyat. Dalam pembukaan kalimat pertama Ifan telah menceritakan kotak hitam yang menolongnya ketika dirinya terkatung-katung di laut kurang lebih 2 jam.
Allah sebenarnya mengirimkan 3 penyelamat saat bencana kemarin. Yang pertama kotak hitam yang ada di tengah yang Allah kirimkan sebagai penyambung nyawa saat terkatung-katung di laut selama 2 jam.

Jaraknya hampir 1 km dari bibir pantai. Saat itu bersama dengan tiga orang lain meskipun sudah setengah mengapung. Namun masih bisa menjadi sandaran jari-jari ketika benar-benar kelelahan dan kehabisan nafas. Tulisnya dalam akun instagram pribadi Ifan.
Penyelamat Kedua dan Ketiga

Di dalam kalimat yang kedua Ifan Seventeen juga bercerita mengenai penyelamat yang kedua dan ketiga. Yakni 2 sosok pria yang telah ditemuinya ketika berada di tengah jalan saat mencari pertolongan. Dan mencari keberadaan para personel dari band Seventeen juga sang istri.
Yang kedua dan yang ketiga yaitu mas Episoemarna dan juga bang Yusran. Pertemuan yang diawali dari ketidaksengajaan di tengah jalan dan di ruang IGD sebuah rumah sakit. Di tengah kebingungannya, tanpa arah, tanpa kendaraan, tanpa uang sepeserpun.

Dalam kondisi yang tidak saling kenal mereka ikhlas memberikan waktu mereka selama 2 hari penuh. Mengantarkan Ifan kemanapun, memberi makanan, memberikan jaket ketika Ifan kedinginan. Meminjamkan sarung dan juga pakaian, obat-obatan, tas dan menyebarkan data pada relawan mengenai ciri-ciri istri Ifan. Hingga memberi support moril di dalam proses pencarian istri dan drummer selama di sana.

Di dalam kalimat terakhir, Ifan mengucapkan betapa besar rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, doa bagi para korban bencana tsunami yang sudah terjadi di Ttanjung Lesung Banten dan sekitarnya beberapa waktu lalu. I menuliskan.
Ya allah terima kasih atas diberinya kesempatan yang diberikan padaku. Semoga semua yang selamat berada dalam lindungan Allah. Dan yang telah wafat diterima disisi Mu yang paling mulia ya Allah, Al Fatihah. Begitulah tulisan Ifan Seventeen kala itu.

Seperti yang kita ketahui bahwa tsunami yang menerjang Anyer pada Sabtu lalu memang sangat memilukan. Apalagi bagi band asal Yogyakarta Seventeen. Banyak sekali orang terdekat Seventeen yang hilang dalam bencana tsunami tersebut. Bahkan hanya satu dari empat personil Seventeen yang selamat yaitu vokalis. Ifan Seventeen sendiri kini masih berkabung karena kehilangan istri tercinta Dylan Sahara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *